MALAIKAT BERTANYA SIAPA TUHANMU? Rabiatul Adawiyah Malah Balik Bertanya Ke Malaikat

 SEPUTAR TENTANG ISLAM-

SIAPA TUHANMU? Rabiatul Adawiyah Malah Balik Bertanya Ke Malaikat.


Kisah sufi


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.


 Cinta bagi kita mungkin hanyalah sebuah kata namun Rabiatul Adawiyah melihatnya berbeda rasa cintanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala melebihi segalanya tak hanya lewat lisan, Tapi beliau mengungkapkannya dengan perbuatan sikap patuhnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, pun sungguh membuat kita cemburu.

 pada suatu hari terjadilah dialog antara Rabiatul Adawiyah dengan malaikat mungkar dan nangkir yang sukses membuat kita terpana, namun Siapakah sosok Rabiatul Adawiyah itu dan seperti apa dialognya dan kenapa malaikat mungkar dan nangkir kaget.

 Robiatul Adawiyah lahir pada 713 hingga 717 masehi ataupun 95 hingga 99 Hijriyah di kota Basrah tak seperti wanita pada umumnya, Rabiatul Adawiyah adalah sosok ahli ibadah, jika kita sering menangis karena kecewa dengan orang lain, tapi Rabiatul Adawiyah menitikkan airmata dari jalan yang berbeda beliau kerap kali meratapi kesedihan nya ketika mengingat kekurangan-kekurangan serta dosanya dimata Allah subhanahu wa ta'ala, yang kemudian timbul pertanyaan masihkah sosok ini kita temui di dunia nyata sekarang mungkin terdengar lucu ditelinga kita namun ternyata jika mendengar cerita tentang neraka Rabiatul Adawiyah akan langsung jatuh pinsan, perasaan ini Tentunya tidak dimiliki oleh setiap orang jika Anda mendengar tentang neraka bagaimana tanggapan Anda?

  dikarenakan hal ini sosok Rabiatul Adawiyah dapat dikategorikan sebagai khawasul khawas atau orang-orang yang istimewa, lain lagi dengan persoalan istighfar dan Pengampunan Dosa kalau kebanyakan orang beristighfar atau meminta ampunan Allah Subhanahu kalau atas dosa maka Rabiatul Adawiyah beristighfar untuk ibadah yang tidak sempurna. Robiatul Adawiyah menganggap ibadahnya penuh dengan kekurangan baik secara lahiriyah maupun secara spiritual karena masih tercampur niat-niat yang kurang tulus dan segala penyakit batin yang menyertai ibadah tersebut.

Rabiatul Adawiyah

   Lalu bagaimana dengan kita sementara saat menunaikan salat terkadang masih terbesit hal-hal duniawi tak jalan kita meninggalkan shalat karena mengejar hal-hal yang bersifat semu maka dari itu setelah shalat istighfar juga dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan ahli makrifat dalam riwayat para sahabat bercerita bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beristighfar tiga kali setiap selepas sholat wajib maksudnya menetapkan syariat istighfar usai beramal bagi umatnya sekaligus mengingatkan akan ketidak sempurnaan ibadah mereka mungkin bagi sebagian orang masuk kita kehidupan Rabiatul Adawiyah begitu sunyi atau menyedihkan namun satu hal yang patut membuat kita cemburu,

   Robiatul Adawiyah telah membebaskan dirinya dari dunia dan memprioritaskan akhiratnya, meski sepi hidupnya selalu ditempuh dengan jalan berkah dan Sufi, bahkan saking cintanya kepada Allah ia telah mencapai tingkat Ma'rifat seorang penulis mendeskripsikan Rabiatul Adawiyah sebagai perempuan yang hatinya dipenuhi hikmah dan akalnya di sinari ilmu Laduni namun Apakah Robiatul Adawiyah hanya pandai dalam ilmu Sufi ternyata tidak Beliau juga menguasai ilmu agama lainnya seperti fiqih Ilmu Tafsir dan hadis meski berstatus wanita namun ide-idenya selalu didengarkan para ulama banyak yang berdiskusi kepadanya dalam majelis-majelis, lalu Pernahkah Anda mendengar kisah-kisah ajaib dari sosok ini sekilas kisah ini mungkin hanya ada di dunia dongeng namun Robiatul Adawiyah merasakannya secara langsung saat Rabiatul Adawiyah Tengah berjalan-jalan di pengunungan ada banyak binatang buas yang mendekatinya hanya saja tak satupun hewan tersebut menyerangnya sebaliknya semua binatang itu jinak di hadapan sang ulama itu.

    Pada suatu hari Robiatul Adawiyah melakukan perjalanan haji ke Mekkah naik unta di tengah jalan unta yang dinaikinya mati Ia lalu berdoa kepada Allah dan ajaibnya Tak lama kemudian unta tersebut bisa kembali hidup, sungguh menakjubkan pernah juga suatu hari Hasan al-bashri mengajaknya melakukan sholat Diatas Air Bagaimana mungkin logika manusia siapapun yang sholat diatas air pasti akan tenggelam namun Rabiatul Adawiyah menyanggupi ajakan tersebut beliau lalu melemparkannya sajadahnya Surya terbang di atasnya sejarah Islam mencatat Rabiatul Adawiyah sebagai salah satu ulama Sufi paling disegani bahkan pemikiran serta ibadah spritualnya masih banyak dikaji hingga sekarang.

    memasuki usia ke-80 fisiknya melemah tubuhnya begitu kurus sehingga hampir jatuh ketika berjalan, tempat sujud terapi audiyah persis seperti tempat genangan air, tempat sujudnya selalu basah dengan air mata.

    Rabiatul Adawiyah sering terlibat percakapan dengan Sufyan assauri suatu ketika ia mendengarkan sufyan assauri Yang merasa prihatin kepada dirinya, Robiatul adawiyyah lalu menjawab betapa kecil kesedihan itu, Andai Aku bersedih ini sejati tidak ada kehidupan disana. Sufyan asSuri pernah berdoa di dekat Rabiatul Adawiyah "Ya Allah berikanlah ridhomu kepadaku" Rabiatul Adawiyah menanggapinya Apakah kau tidak malu kepada Allah dengan meminta Ridhonya sedangkan dirimu tidak Ridho atas ketentuannya. sufyan assauri kemudian beristighfar Astaghfirullahaladzim.

Kisah Rabiatul Adawiyah

     kawannya menunggunya meninggalkan kamar tempat Rabiatul Adawiyah sedang berbaring menghadapi sakratul maut, di luar terdengar suara Rabiatul Adawiyah yang sedang bergumam "wahai jiwa yang damai kembalilah kepada penciptamu dengan bahagian" kata-kata ini berwujud pada al-qur'an surah al-fajr ayat 27 hingga 30 "wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi di ridhoi-nya, lalu Masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-ku dan masuklah kedalam surgaku"

     beberapa saat kemudian tidak ada lagi suara kedengaran dalam bilik Rabiatul Adawiyah lalu mereka membuka bilik itu dan mendapatkan Rabiatul Adawiyah yang telah berpulang ke Rahmatullah.

     Rabiatul adawiyyah wafat sekitar tahun 801 masehi atau 185 Hijriyah beliau wafat pada usia 83 tahun.

      Rabiatul Adawiyah ingin memastikan kafan pembungkus jenazahnya nanti berasal dari harta yang jelas oleh karena itu ia telah menyiapkan jauh-jauh hari, kain kafan yang kelak bungkus jenazahnya Iya semasa hidupnya meletakkan kain kafan itu di depannya tepat ditempat sujudnya, jasad Robiatul Adawiyah dimakamkan di rumah tempat ia meninggal dunia, lokasinya termasuk kota Basrah.

       saat jenazahnya dibawa ke liang lahat lautan manusia mengiringi mereka berasal dari beragam kalangan mulai dari pimpinan politik, ulama, para sufi dan kaum Papan.

       kehidupan Rabiatul Adawiyah rupanya tidak hanya menggetarkan orang Islam atau generasi bersamanya namun orientalis dan beberapa lainnya bahkan juga ikut memuji kehidupan Rabiatul Adawiyah sebagai suatu kehidupan yang menyebarkan harum wangi kepada orang-orang disekitarnya sampai kini ajaran-ajaran tasawuf dan aliran tersebut masih dipelajari khususnya mengenai cinta dan kedekatan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

       dan lantas sepeninggal Rabiatul Adawiyah hal-hal apa saja yang diintegrasi oleh malaikat munkar dan nakir setelah Rabiatul lebih meninggal dunia sebuah riwayat menceritakan ada yang bertemu dengan nya di dalam sebuah mimpi Rabiatul Adawiyah ditanya, wahai Rabiatul Adawiyah Bagaimanakah engkau menghadapi malaikat munkar dan nakir, Rabiatul Adawiyah menjawab kedua malaikat itu datang kepadaku dan bertanya Siapakah Tuhanmu lalu ia menjawab Pergilah kepada Tuhanmu dan katakan kepadanya "Di antara beribu-ribu makhluk yang ada janganlah engkau melupakan seorang wanita tua yang lemah aku hanya memiliki engkau di dunia yang luas tak pernah lupa kepadamu tetapi Mengapa engkau mengirimkan utusan sekedar menanyakan Siapa Tuhanmu kepadaku" lalu malaikat munkar dan nakir pun bergegas melaporkan perkataan Rabiatul Adawiyah kepada Allah subhanahuwata'ala , Rabiatul Adawiyah pernah ditanya Kapan seorang hamba dikatakan Ridho atas ketentuan Allah ia mengatakan "ketika musibah membuatnya bahagia sebagaimana kebahagiaannya ketika mendapatkan nikmat".

    Di tengah luapan rindunya tak terkendali, Rabiatul Adawiyah pernah melontarkan kalimat ini Dalam munajatnya, "Apakah dengan api aku harus membakar hati ini yang mencintaimu".

     meski pertemuan dengan malaikat Tadi hanya bagian dari cerita orang lain namun ini menjadi sebuah teguran bagi kita untuk lebih mencintai Allah sehingga dihari kemudian kelak Mereka pun salut dengan wujud cinta yang kita persembahkan kepada Sang Khalik, Allah subhanahu wa ta'ala dan inilah sedikit kisah ataupun Beberapa kisah rangkuman tentang kisah Rabiatul Adawiyah mudah-mudahan Dari artikel ini kita bisa mengambil beberapa pelajaran dan hikmah dan juga mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi kita semua amin ya Rabbal Alamin. wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Komentar